GENDANG BELEQ, SENI BUDAYA SASAK YANG MENDUNIA

Hari ini Kamis 06 Februari 2020 dalam kegiatan ekskul SMAN 8 Mataram di sekolah, dilaksanakan pembinaan seni Gendang Beleq , alat tradisional masyarakat sasak yang sudah terkenal. Para siswa yang ikut ekskul ini dibina oleh pelatihnya sehingga mahir memainkan alat music tradisional gendang beleq tersebut. Kali ini mereka bermain dengan para mahasiswa asal Australia yang bernama Georgia Beven, Kathrin Ceccato dan Dylan Russel, mereka hadir di Mataram dalam rangka sedang belajar bahasa Indonesia dan budaya local di Mataram dalam program RUILI In-country Indonesian Language Program, dengan institusi penyelenggara Mataram Lingua Franca Institut dengan durasi belajar selama 6 minggu . Mereka tiga bule tersebut adalah mahasiswa dari universitas di Australia : Uni of New England, Charles Darwin University, Uni of Tasmania, dan University of the Sunshine Coast. Dan beberapa private students. Mereka sangat antusias memperhatikan dan mengamati bagaimana para siswa mahir memainkannya, dan kemudian diberi kesempatan juga untuk mencobanya.
Seni alat music tradisional Gendang beleq yang diajarkan di ekskul SMAN 8 Mataram adalah dalam rangka mengembangkan dan membudayakan alat music tersebut ditengah terpaan dan persaingan dengan alat music modern. Gendang beleq yang ditengah masyarakat biasa mengiringi perayaan-perayaan acara pengantenan, khitanan atau kegiatan massal lainnya, bahkan sering tampil dalam acara-acara besar di Pemda Provinsi NTB saat menyambut tamu-tamu nasional.
Hari ini para siswa disamping berlatih , juga sekaligus mengenalkan budaya sasak gendang beleq kepada dunia, melalui para bule pelajar yang ikut nimbrung dan menikmati keseruan latihannya.
SMANASTA go internasional, mantapppp…..